Selasa, 04 Juli 2017

Berkelana di kota Paris of East Java



Paris of East Java, yap kota ini kerapkali di  sebut Parisnya Jawa Timur. Disebut Paris of East Java karena kota ini memiliki kondisi iklim yang dingin, lalu juga mempunyai kondisi alam yang indah serta kota yang bersih. Kota ini adalah kota Malang, Jawa Timur. Saya mengunjungi kota ini pada akhir desember tahun lalu bersama sahabat-sahabat saya. Ini merupakan pengalaman pertama saya mengunjungi kota Malang. Kesan pertama yang paling saya ingat saat saya mengunjungi kota ini ialah keramah-tamahan orang-orang malang. Hal tersebut membuat saya menjadi merasa aman dan nyaman berada di kota tersebut. Kota Malang sangat terkenal dengan keindahan alamnya.




 Disana terdapat banyak sekali tempat-tempat wisata alam yang dapat kita kunjungi. Mulai dari wisata gunung, coban (air terjun), hingga pantai. Tidak heran banyak wisatawan yang berdatangan ke kota Malang ini, terlebih lagi disaat libur panjang. Tempat wisata yang pertama kali kami kunjungi ialah Ranupani. Pada awalnya kami ingin naik ke puncak gunung bromo yang menjadi tujuan utama kami. Namun karena keadaan bromo yang sedang erupsi, pengunjung tidak diperbolehkan naik ke puncak gunung bromo. Cukup kecewa sebenarnya, karena hal yang paling saya nanti-nanti dari perjalanan ke Malang ini ialah gunung Bromo. Namun apalah daya jika keadaan alam yang tidak mendukung. Akhirnya kami memilih untuk berfoto-foto saja di Ranupani yang terletak di kaki gunung Semeru.





pada keesokan harinya kami mengunjungi pantai yang bernama Goa Cina. Pantai tersebut memiliki ombak yang besar, sehingga harus berhati-hati untuk bermain di pantai tersebut. jika berada di pinggir pantai, kita bisa melihat tiga pulau yang berada di tengah-tengah pantai. Pulau tersebut bernama pulau Bantengan, pulau Goa Cina, dan pulau Nyonya. Tidak hanya ke pantai Goa Cina, kami juga mengunjungi pantai Sendiki. Pantai ini bisa dikatakan pantai yang sangat cocok bagi kita yang ingin keluar dari zona keramaian untuk beberapa saat. Karena pantai ini tergolong pantai yang masih sepi pengunjung. Mungkin karena pantai ini masih belum terlalu dikenal wisatawan atau karena akses menuju pantai yang sulit. Pada saat kami tiba di lokasi menuju pantai Sendiki, kami diarahkan oleh penduduk sana untuk berjalan kaki melewati memiliki perbukitan. Tadinya kami berfikir hanya berjalan sekitar 1 menit, namun ternyata perjalanan yang kami tempuh cukup lama dan jauh. Setelah lelah berjalan melewati perbukitan, akhirnya semua kelelahan tersebut terbayar dengan melihat keindahan pantainya yang masih sangat bersih dan indah. Pantai tersebut memiliki pasir yang putih serta air laut yang biru. Pantai tersebut membuat saya betah berada disana duduk-duduk sambil berayun di atas ayunan yang disangkutkan diranting pohon. Setelah cukup lama berada disana, akhirnya kamipun pulang. Namun ketika kami berjalan menanjak perbukitan hujan pun turun dengan deras sehingga kami sulit untuk jalan karena tanah perbukitan tersebut menjadi lembek. Dan akhirnya kami balik ke hotel dengan keadaan yang kotor dan kuyup karena hujan. Namun hal tersebut menjadi pengalaman yang tidak terlupakan dari perjalanan kami ke Malang. Pada hari berikutnya kami mengunjungi tempat-tempat wisata lainnya yang berada di Batu seperti coban Rondo, Omah Kayu, dll. Kami berada di Malang selama 4 hari dan rasanya masih kekurangan waktu untuk menjelajahi kota apel ini. Rasanya ingin kembali lagi berlibur ke kota Paris of East Java ini.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar